Berlokasi di pegunungan yang ada di Malaysia, meski tampak terabaikan, hotel ini masih beroperasi.
| Image via Bussines Insider |
![]() |
| Image via Agoda |
Bisa ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Hotel ini tidak memiliki resepsionis yang bisa dihubungi. Sinyal HP pun juga sangat buruk.
The Amber Court Hotel adalah satu-satunya hotel yang berumur 28 tahun, tapi 23 lantai dari kedua tower sudah rusak dan terlihat tidak terawat.
Semua pasti bertanya-tanya, bisakah kita menginap di sini?
Saat memasuki area parkir, kondisinya sepi, mobil dan motor rongsokan terlihat terabaikan. Tangga menuju lantai dua benar-benar tak terawat. Di beberapa area, terdapat jemuran pakaian yang menunjukkan bahwa hotel ini sebenarnya masih ada yang menggunakan.
Lobby hotel berada di lantai 4, untuk menuju ke sana, perlu menggunakan tangga darurat. Karena lift di hotel ini seringkali bermasalah. Di lantai 4, aktivitas manusia mulai terlihat. Terdapat area pertokoan, mulai dari toko baju, kios, dan laundry.
Itu mungkin menjadi salah satu alasan mengapa setengah dari gedung ini tidak digunakan. Pegawai hotel mengatakan bahwa pada bulan Desember dan hari libur banyak pengunjung dari Jepang dan China, yang menginap di sini. Utamanya bagi mereka pecinta film horror.
Hotel ini mulai menarik wisatawan dalam dan luar negeri pada tahun 2018, saat sebuah film horror yang berjudul Haunted Hotel menggunakannya sebagai tempat shooting.
Hal yang tidak disangka, kamar hotel di tempat ini benar-benar nyaman dan memiliki fasilitas lengkap. Semua ini didapat dengan harga sekitar 550.000 rupiah. Untuk melihat pemandangan dari ketinggian gedung, terdapat dua balkon luas tempat bersantai.
Namun, bisakah kita menikmati malam di balkon hotel ini?
Pada lantai 13 terdapat sebuah ruangan yang ditutup dan disegel dengan menggunakan jimat berbahasa china. Tidak ada yang tahu apa yang ada dan terjadi di dalam ruangan tersebut. Terakhir diketahui sekitar tahun 2016, di dalam ruangan ini dilakukan aktivitas paranormal.
Meskipun hotel ini menyewakan kamar harian, hotel ini juga menyewakan kamar secara bulanan. Kebanyakan yang menggunakan fasilitas ini adalah pendatang dari luar kota atau luar negeri untuk bekerja di Malaysia.
Beberapa bagian fasad hotel ini memiliki penampakan yang menyeramkan. Terdapat bercak-bercak merah seperti darah. Meskipun petugas sudah membersihkan berkali-kali, bercak merah ini selalu muncul kembali. Kondisi ini disebabkan oleh iklim lembab dataran tinggi lokasi.
Dinding-dinding fasad ditumbuhi oleh lumut dan ganggang merah, persis seperti kondisi mobil dan motor yang sudah tidak terpakai ini.
Kendaraan-kendaraan ini rusak karena ditinggalkan oleh pemiliknya. Beberapa diantaranya tidak membayar pajak kendaraan atau menjadi imigran gelap dan tertangkap oleh petugas keamanan Malaysia.
Sebagian besar wisatawan datang ke dataran tinggi Ginting untuk berjudi di satu-satunya Kasino yang ada di Malaysia. Alasan mengapa Hotel Amber Court sepi pengunjung karena di sebelah kasino ini terdapat hotel besar nan megah. Namun, Hotel Amber Court diselamatkan oleh para pendatang yang menyewa hotel ini untuk keperluan bekerja secara bulanan bahkan sampai tahunan.
Meskipun terlihat menyeramkan, hotel ini masih termasuk hotel kelas internasional. Tempat banyak imigran, wisatawan luar negeri, wisatawan dalam negeri tinggal dan belanja di sini.
Ini hanya masalah selera, mengapa hotel ini bisa bertahan sampai sekarang.

0 Comments